Senin, 08 Agustus 2011

Bab 1 : Tempat Dan Waktu Turunnya Al-Qur'an Bagian 1


Hal-hal yang berhubungan dengan waktu dan tempat turunnya Al-Qur'an semuanya ada dua belas macam, yaitu



Yang pertama dan kedua adalah Makkiyah Dan Madaniyah

Makkiyah adalah surah atau sebagian besar dari surah yang diturunkan sebelum hijrah meskipun turunnya tidak di Makkah.
Madaniyah adalah surah atau sebagian besar dari surah yang turunnya setelah hijrah meskipun turunnya tidak di Madinah.

Dan ayat yang diturunkan dalam perjalanan hijrah juga termasuk dalam Madaniyah.

Ada yang mengatakan kalau Makkiyah adalah yang diturunkan diMakkah dan Madaniyah adalah yang diturunkan diMadinah. Menurut definisi ini maka ada ayat yang tidak Makkiyah dan juga tidak Madaniyah, yaitu surah yang diturunkan dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Seperti firman Allah ;

" لو كان عرضا قريبا و سفرا قاصدا لاتبعوك... الاية "

Ayat ini diturunkan ketika Nabi صلى الله عليه و سلم berada di Tabuk.

Manfaat dari mengetahui Makkiyah dan Madaniyah ini diantaranya adalah untuk mengetahui penanggalan naasikh ( الناسخ / ayat yang menggantikan ayat yang lain ) dari yang mansukh ( المنسوخ / ayat yang digantikan ). Dan untuk mengetahui urutan turunnya Al-Qur'an.


Ciri-ciri Makkiyah dan Madaniyah

A. Ciri-ciri Makkiyah
1. Setiap surah yang ada kalimat " يا أيها الناس " dan tidak ada kalimat " يا أيها الذين امنوا ".
2. Setiap surah yang ada kata " كلا ".
3. Setiap surah yang mengandung kisah Nabi Adam dan iblis selain surah Al Baqarah.
4. Setiap surah yang menyebutkan orang-orang munafik selain surah Al 'Ankabut.
5. Setiap surah yang diawali dengan huruf muqatta'ah kecuali surah Al Baqarah dan Ali Imran. Sedangkan surah Ar Ra'du terjadi perbedaan pendapat.
6. Setiap surah yang mengandung sajadah
7. Setiap surah yang berisi seruan kepada tauhid dan celaan terhadap kemusyrikan dan budaya jahiliyah, khabar surga dan ancaman neraka, berisi kisah-kisah nabi dan kaum yang dibinasakan, kata-katanya pendek dan singkat mempunyai arti yang dalam.

B. Ciri-ciri Madaniyah
1. Setiap surah yang terdapat kalimat " يا أيها الذين امنوا"
2. Setiap surah yang mengandung hukum-hukum, muamalah, seruan ibadah, ayatnya panjang-panjang.


Surah Al-Qur'an kesemuanya ada 114 surah. Sedangkan surah yang termasuk Madaniyah ada 29 surah menurut pendapatnya imam Suyuthi. Selebihnya adalah Makkiyah.

Daftar Surah Makkiyah
1.Al Fatihah 2.Al An'am 3.Al A'raf 4.Yunus 5.Hud 6.Yusuf 7.Ibrahim 8.Al Hijr 9.An Nahl ‎ 10.Al Isra' 11.Al Kahfi 12.Maryam 13.Thaha 14.Al Anbiyaa' 15.Al Mu'minun 16.Al Furqan 17.Asy syu'araa' 18.An Naml 19.Al Qashash 20.Al 'Ankabut 21.Ar Ruum 22.Luqman 23.As Sajdah 24.As Saba' 25.Fathir 26.Yasin 27.Ash Shaaffaat 28.Shaad 29.Az Zumar 30.Al Mukmin 31.Fushshilat 32.Asy Syura 33.Az Zukhruf 34.Ad Dukhan 35.Al Jaatsiyah 36.Al Ahqaaf 37.Qaaf 38.Adz Dzariyaat 39.Ath Thuur 40.An Najm 41.Al Qamar 42.Ar Rahman 43.Al Waqi'ah 44.Al Mulk 45.Al Qalam 46.Al Haaqqah 47.Al Ma'arij 48.Nuh 49.Al Jin 50.Al Muzzammil 51.Al Muddatstsir 52.Al Insan 53.Al Mursalat 54.An Naba' 55.An Naazi'at 56.'Abasa 57.At Takwir 58.Al Infithaar 59.Al Muthaffifin 60.Al Insyiqaq 61.Al Buruj 62.Ath Thariq 63.Al A'laa 64.Al Ghasyiyah 65.Al Fajr 66.Al Balad 67.Asy Syams 68.Al Lail 69.Adl Dluha 70.Al Insyirah 71.At tiin 72.Al 'Alaq 73.Al Bayyinah 74.Al 'Adiyat 75.Al Qariah 76.At Takatsur 77.Al 'Ashr 78.Al Humazah 79.Al Fiil 80.Quraisy 81.Al Maa'un 82.Al Kautsar. 83.Al Kafirun 84.Al Lahab 85.Al Ikhlash

Daftar Surah Madaniyah
1.Al Baqarah 2.Ali Imran 3.An Nisa' 4.Al Ma'idah 5.Al Anfal 6.At Taubah 7.Ar Ra'du 8.Al Hajj 9.An Nuur 10.Al Ahzab 11.Muhammad 12.Al Fath 13.Al Hujurat 14.Al Hadid 15.Al Mujadilah 16.Al Hasyr 17.Al Mumtahanah 18.Ash Shaff 19.Al Jumu'ah 20.Al Munafiquun 21.At Taghaabun 22.Ath Thalaq 23.At Tahrim 24.Al Qiyamah 25.Al Qadr 26.Al Zalzalah 27.An Nashr 28.Al Falaq 29.An Naas.


ke 3 dan ke 4 adalah Hadlori dan Safari

Hadlori adalah ayat yang diturunkan dirumah.
Safari adalah ayat yang diturunkan dalam perjalanan.

Contoh ayat Safari adalah

1. ayat tayammum dalam surah Al Ma'idah ayat 6 ;
" ياأيها الذين امنوا إذا قمتم إلي الصلاة........ الاية "
Ayat ini diturunkan didaerah bernama Dzati jaisy atau Baida' (dzul hulaifah; nama tempat dekat madinah) dalam rombongan onta dari perang Muraisi' (yang dikenal dengan perang bani Mushthali') ketika Sayyidah 'Aisyah رضى الله عنها kehilangan kalungnya sebagaimana yang disebutkan dalam Shahih Bukhari dari sayyidah 'Aisyah. Kejadian itu pada bulan Sya'ban tahun 6 atau 5 atau 4 Hijriyah (ada tiga qoul dalam masalah ini).

2. Surah Al Fat_hu diturunkan di Kira' Al Ghamim sebagaimana diriwayatkan oleh imam Bukhari dari Zaid bin Aslam.

3. Ayat
" واتقوا يوما ترجعون فيه إلى الله ثم توفي كل نفس ما كسبت وهم لا يظلمون "
Diturunkan di Mina pada waktu haji wada'. Seperti yang diriwayatkan imam Al Baihaqi dalam kitab Ad Dalail.

4. Ayat
" امن الرسول بما انزل إليه من ربه والمؤمنون ......... " إلى اخر سورة البقرة
sampai akhir surah Al Baqarah.
Ayat ini diturunkan ketika Fathu Makkah.

5. Surah Al Anfal dan ayat
" هذان خصمان ..... " إلي قوله تعالى " الحميد "
Keduanya diturunkan ketika perang Badar, seperti yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Sa'ad bin Abi waqash. Sedangkan ayat " هذان خصمان " sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Bukhari diturunkan Pada Hamzah bin 'Abdul Muththalib dengan dua sahabatnya (sayyidina 'Ali dan 'Ubaidah bin Al Harits) dan 'Utbah bin Rabi'ah dengan dua temannya (Syaibah bin Rabi'ah dan walid bin 'Utbah) ketika perang tanding waktu perang badar.

6. Surah An Nahl Ayat 126 sampai akhir surah
" وان عاقبتم فعاقبوا بمثل ما عوقبتم به..... " إلى اخر السورة
ayat ini diturunkan di uhud sebagaimana diriwayatkan Al Baihaqi dalam kitab Ad Dalail dan musnadnya imam Bazzar dari haditsnya Abu Hurairah.

7. Ayat
" اليوم أكملت لكم دينكم ... " إلى قوله تعالى " دينا "
Diturunkan ketika haji wada' seperti yang disebutkan dalam Shahih Bukhari yang diriwayatkan dari sayyidina Umar رضى الله عنه .

Itu adalah sebagian dari contoh ayat safari. Untuk ayat-ayat safari, imam Suyuthi dalam kitabnya "At Tahbir" menyebutkannya secara lengkap.

Bab Thoharoh

Wudhu
http://ummuabdirrahman.files.wordpress.com/2010/05/shahih-fiqih-sunnah.jpg?w=108&h=152Pengertian dan dalil disyariatkannya
Wudhu secara bahasa: dari asal kata “al wadaa’ah”, yaitu kebersihan dan kesegaran.
Secara istilah: Memakai air untuk anggota tertentu (wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki) menghilangkan apa yang menghalangi untuk sholat dan selainnya.
Dalil dari Qur’an dan Sunnah:
  1. Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”
  1. Shahih Bukhari : 135 dan Shahih Muslim : 225
وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
“Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadas sehingga dia berwudhu”.
Keutamaan Wudhu:
  1. Bersuci adalah setengah dari iman. (Shahih Muslim : 223)
  2. Menghapus dosa-dosa kecil. (Shahih Muslim : 244)
  3. Mengangkat derjad seorang hamba. (Shahih Muslim : 251)
  4. Jalan ke sorga. (Shahih Bukhari : 1149 dan Sahih Muslim : 2458)
  5. Tanda keistimewaan ummat ini ketika mereka mendatangi telaga. (Shahih Muslim : 234)
  6. Cahaya bagi seorang hamba di hari kiamat. (Shahih Muslim : 250)
  7. Untuk pembuka ikatan syetan. (Shahih Bukhari : 1142 dan Shahih Muslim : 776)
Sifat wudhu yang lengkap atau sempurna :
أَنَّ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ عُلَمَاؤُنَا يَقُولُونَ هَذَا الْوُضُوءُ أَسْبَغُ مَا يَتَوَضَّأُ بِهِ أَحَدٌ لِلصَّلَاةِ
“Humran budak Utsman, telah menceritakan kepadanya, bahwa Utsman bin Affan meminta air untuk berwudlu, kemudian dia membasuh dua tangan sebanyak tiga kali, kemudian berkumur-kumur serta memasuk dan mengeluarkan air dari hidung. Kemudian ia membasuh muka sebanyak tiga kali dan membasuh tangan kanannya hingga ke siku sebanyak tiga kali. Selepas itu, ia membasuh tangan kirinya sama seperti beliau membasuh tangan kanan, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kaki kanan hingga ke mata kaki sebanyak tiga kali. Selepas itu, ia membasuh kaki kiri, sama seperti membasuh kaki kanannya. Kemudian Utsman berkata, ‘Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu seperti cara aku berwudlu.’ Kemudian dia berkata lagi, ‘Aku juga telah mendengar beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengambil wudlu seperti cara aku berwudlu kemudian dia menunaikan shalat dua rakaat dan tidak berkata-kata antara wudlu dan shalat, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu’.” Ibnu Syihab berkata, “Ulama-ulama kami berkata, ‘Wudlu ini adalah wudlu yang paling sempurnya yang dilakukan oleh seseorang untuk melakukan shalat.” (Shahih Bukhari 158 dan Shahih Muslim 226)
Sifat-sifat wudhu':
  1. Berniat (karena merupakan syarat sah ibadah termasuk wudhu’) menghilangkan hadas (dalam hati).
إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى
“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya”. (Riwayat Bukhari : 1 dan Shahih Muslim : 1907)
2. Membaca Bismillah.
3. Mencuci telapak tangan sampai pergelangan 3 kali.
4. Mengambil air dengan tangan kanan untuk berkumur-kumur sambil menghirup air dengan hidung lalu mengeluarkannya kembali dengan tangan kiri 3 kali.
5. Mencuci wajah seluruhnya 3 kali.
6. Mencuci kedua tangan sampai siku (kanan-kiri).
7. Menyapu keseluruhan kepala kebelakang lalu ke depan terus ke telinga bagian luar dan dalam.
8. Mencuci kedua kaki sampai mata kaki serta sela-sela jari kaki (kanan-kiri).
Syaikh Ibnu Taimiyah berkata: Niat tempatnya di hati bukan di lidah, telah disepakati oleh para ulama. (Majmu’ arrosail al kubro : 1/243)
Faidahnya: Jikalau dia melafazkan berbeda dengan yang dihatinya maka yang dinilai adalah yang di hatinya.
Rukun-rukun Wudhu’
Apabila satu diantara rukun ini tinggal, maka batallah wudhu’nya. Diantara rukun-rukun tersebut adalah:
  1. Mencuci seluruh wajah dari tempat tumbuhnya rambut sampai dibawah dagu dan dari telinga kanan sampai telinga kiri. Dan wajib berkumur-kumur dan mencuci hidung. (al-Maidah ayat 6)
  2. Membasuh kedua tangan sampai siku. (al-Maidah ayat 6)
  3. Menyapu kepala kewajibannya disepakati oleh ulama, namun berbeda pada ukurannya. (al-Maidah ayat 6)
  • Wajib menyapu semua kepala baik laki-laki maupun perempuan.
  • Wajib menyapu semua kepala hanya untuk laki-laki.
  • Menyapu hanya sebagian kepala.
  1. Menyapu telinga. (daaruqutni : 1/97, hasan)
  2. Mencuci kedua kaki sampai mata kaki serta sela-sela jari kaki. (Shahih Bukhari : 161 dan Shahih Muslim : 241)
  3. Teratur. (Majmu’ : 1/433, dll)
  4. Beriringan atau tidak terpisah antara satu rukun dengan rukun lainnya. (Shahih Muslim : 232)
Sunnah-sunnah Wudhu’ :
  1. Bersiwak.
  2. Memulai dengan Bismillah.
  3. Membasuh kedua tangan. (Shahih Bukhari : 159 dan Shahih Muslim : 226)
  4. Berkumur-kumur dan mencuci hidung dari satu cidukan air sebanyak 3 kali. (Shahih Muslim : 235)
  5. Melebihkan berkumur-kumur dan mencuci hidung selain orang yang berpuasa. (Abu Daud : 142, shahih)
  6. Mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri. (Shahih Bukhari : 140)
  7. Mencuci sebanyak 3 kali. (Shahih Bukhari : 156)
Perhatian:
  • Menyapu kepala hanya sekali saja. (an-Nasa’i : 1/88, shahih)
  • Makruh lebih dari 3 kali bagi orang yang menyempurnakan wudhunya. (at-Tamhiid, ibnu abdilbaar : 20/117)
  1. Menggosok-gosok anggota wudhu. (Ibnu Hiban : 1082, shahih)
  2. Membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki. (Shahih)
  3. Melebihkan membasuh pada tempat yang diwajibkan seperti kedepan kepala, atas siku dan atas mata kaki. (Shahih Bukhari : 36 dan Shahih Muslim : 246)
  4. Hemat dalam penggunaan air. (Shahih Bukhari : 198)
  5. Berdoa setelah wudhu. (Shahih Muslim : 234)
  6. Sholat 2 rakaat setelah wudhu. (Shahih Bukhari : 6433 dan Shahih Muslim : 226)
Catatan:
-                Boleh mengeringkan bekas wudhu. (Shahih Bukhari : 270)
-                Tidak sah wudhu bagi wanita yang memakai kutek. (Ibnu Abi Syaibah : 1/120, sanad shahih)
Pembatal wudhu’ :
  1. Buang air kecil atau buang air besar serta keluar angin dari 2 tempat. (al-Maidah ayat 6, al ijmaa’ hal. 17)
  2. Keluar mani, wadi atau madzi. (Shahih Bukhari : 269 dan Shahih Muslim : 303)
  3. Tidur lelap. (al-muhalla : 1/222-231). Ada 8 pendapat ulama, silahkan lihat di hal. 129-132)
  4. Hilang akal atau gila, mabuk, pingsan. (al-Ausath ibnu al Mundzir : 1/155)
  5. Menyentuh kemaluan tanpa pembatas, baik dengan syahwat atau tidak.
  6. Memakan daging onta. (Shahih Muslim : 360)
Hal-hal yang tidak membatalkan wudhu’ :
  1. Saling bersentuhan laki-laki dengan wanita tanpa pembatas. (al-Umm : 1/15)
  2. Keluar darah dari selain tempat yang biasa keluar seperti karena luka atau bekam. (Shahih Bukhari : 1/80)
  3. Koi atau pengobatan dengan menggunakan besi panas. (Tirmidzi : 87, shahih)
  4. Tertawa terbahak-bahak dalam sholat atau diluar sholat. (dalil yang mengatakan mengulang wudhu adalah dhaif, daaruqutni : 1/162)
  5. Memandikan dan membawa mayat. (Abu Daud : 3162, dll)
  6. Ragu dengan telah batalnya wudhu atau belum. (Shahih)
Hal-hal yang dianjurkan untuk berwudhu’ :
  1. Ketika berdzikir: keumuman berdzikir, membaca al-Qur’an, tawaf di ka’bah dan lain-lain. (Abu Daud : 17, shahih)
  2. Ketika akan tidur. (Shahih Bukhari : 247 dan Shahih Muslim : 2710)
  3. Bagi orang yang junub ketika akan makan, tidur atau ingin mengulanginya kembali. (Shahih Bukhari : 288 dan Shahih Muslim : 305)
  4. Sebelum mandi junub. (Shahih Bukhari : 248 dan Shahih Muslim : 316)
  5. Setelah makan makanan yang di bakar atau di panggang. (Shahih Muslim : 351)
  6. Memperbaharui wudhu ketika akan sholat. (Shahih Muslim : 277)
  7. Ketika terjadi hal yang membatalkan wudhu. (Tirmidzi : 3689, shahih)
  8. Setelah berobat dengan besi panas. (Tirmidzi : 87, shahih)
Menyapu pembatas :
  1. Menyapu Khuffain (sandal dari kulit yang menutup dua mata kaki) hukumnya boleh tapi mencucinya lebih utama. Masanya 3 hari 3 malam untuk yang musafir dan sehari semalam bagi yang bermukim.
Syarat menyapu khuffain yaitu memakainya dalam keadaan suci.
Yang membatalkannya yaitu berakhirnya masa menyapu, membukanya dan berhadats sebelum memakainya. Sedangkan membukanya bukan berarti membatalkan wudhu.
Menyapu kaus kaki dan sandal ada 3 pendapat.
  1. Menyapu penutup kepala seperti imamah atau sorban dan kerudung bagi wanita ketika berwudhu apabila takut dingin.
  2. Pembungkus tulang yang patah seperti gips.
Mandi
Pengertian mandi
Secara bahasa : Mengalirkan air kepada sesuatu.
Secara syar’i : Menyiramkan air yang bersih keseluruh badan karena hal-hal tertentu.
Hal-hal yang mewajibkan mandi:
  1. Keluar mani (dalam keadaan sehat) waktu sadar atau tidur.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْرَبُواْ الصَّلاَةَ وَأَنتُمْ سُكَارَى حَتَّىَ تَعْلَمُواْ مَا تَقُولُونَ وَلاَ جُنُباً إِلاَّ عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىَ تَغْتَسِلُواْ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub , terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi”. (An-Nisa ayat 43)
  1. Bertemunya dua alat kelamin walaupun tanpa keluar mani. (Shahih Muslim : 350)
  2. Haid.
  3. Nifas.
  4. Masuk Islamnya orang kafir. (Al-Majmu’ : 2/175)
  5. Sholat Jum’at. (Shahih Bukhari : 879, Shahih Muslim : 846)
  6. Meninggal.
Mandi-mandi yang di sunnahkan :
  1. Mandi dua hari raya. (musnad imam syafei : 114)
  2. Mandi setelah sadar dari pingsan. (Shahih Bukhari : 687 dan Shahih Muslim : 418)
  3. Mandi ihram pada haji dan umrah. (Tirmidzi : 831, hasan)
  4. Mandi ketika memasuki Makkah. (Shahih Bukhari: 1573 dan Shahih Muslim : 1259)
  5. Mandi ketika melakukan jima’ berulang kali. (Abu Daud : 216, hasan)
  6. Mandi setelah memandikan mayit. (Tirmidzi : 993, shahih, dll)
  7. Mandi bagi wanita yang istihadhoh (hadits dhoif: jaami’ ahkaamu an-nisaa’ : 1/230-237)
Catatan: Niat merupakan syarat sah ibadah  termasuk mandi.
Rukun mandi
Menyiram air keseluruh tubuh atau badan: kulit dan rambut. (Shahih Bukhari : 248 dan Shahih Muslim : 316)
Hal-hal yang disunnahkan dalam mandi
Induk hadits dalam hal ini lihat Shahih Bukhari : 248, 266 dan Shahih Muslim : 316, 317)
  1. Membasuh kedua tangan 3 kali sebelum memasukkan tangan kedalam air. (Shahih Muslim : 317)
  2. Membasuh kemaluan dan sekitarnya yang terkena kotoran. (Shahih Bukhari : 154, Muslim 267)
  3. Mencuci tangan setelah mencuci kemaluan. Disarankan dengan sabun agar lebih bersih. (Shahih Muslim : 317)
  4. Berwudhu’ secara sempurna seperti wudhu hendak sholat. (Fathul baari : 1/429)
Catatan:
  • Mandi junub untuk wanita sama seperti mandi junub laki-laki
  • Tidak mesti mengurai rambut yang di ikat, yang penting air sampai kepangkal rambut.
  • Tidak mesti berwudhu setelah mandi, apabila tidak terjadi hal-hal yang membatalkan wudhu’
Tayamum
Secara bahasa: Maksud
Secara syar’I : Bermaksud ke tanah (permukaan bumi).
Dalil di syariatkannya:
  1. Al-Qur’an surat al-Maidah ayat 6
فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيداً طَيِّباً
“…maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih)…”.
  1. Hadits : Musnad Ahmad jilid 2 no 222
  2. Ijma’ : al-Mughni 1/148
Hal-hal yang membolehkan tayamum :
  1. Ketika tidak mendapatkan air baik mukim atau safar.
  2. Berhalangan menggunakan air.
Catatan:
-                Tayamum merupakan pengganti wudhu dan mandi ketika ada hal yang membolehkannya dan berpahala bagi orang yang melakukannya.
-                Mayat boleh di tayamumkan apabila terpenuhi syarat dibolehkannya tayamum. (al-Mahalla : 2/158)
-                Tidak mesti orang yang melakukan tayamum itu dengan syarat perjalanan jauh.
-                Tidak disyaratkan tayamum bagi orang yang melakukan perjalanan untuk ketaatan saja. (al-Mahhalla : 2/116)
-                Apabila berkumpul antara mayat, wanita haid dan orang yang terkena najis sedangkan air tidak cukup kecuali hanya untuk satu orang saja. Maka yang lebih berhak diantara mereka menurut jumhur ulama (al Majmu’ : 2/316) adalah yang memiliki air tersebut. Namun apabila tidak ada yang memiliki air tersebut dan air itu boleh digunakan, maka ada perbedaan pendapat para ulama. Silahkan lihat sumber asli yaitu kitab Shahih Fiqih Sunnah jilid 1 halaman 193.
Tanah apa yang boleh di gunakan dalam tayamum? Ada 2 pendapat ulama, yaitu:
  1. Permukaan bumi secara umum: gunung, kerikil, tanah dan husoba’ (Abu Hanifah, Abu Yusuf, Malik dan dipilih oleh Syaikh Ibnu Taimiyah)
  2. Tanah bukan yang lain (Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal, Abu Tsur, dll)
Cara melakukan tayamum sesuai tuntunan Rasulullah:
Memukulkan kedua telapak tangan ke tanah kemudian meniupnya. Lalu menyapu wajah dan kedua tangan. (Shahih Bukhari : 338 dan  Shahih Muslim : 798)
Pembatal tayamum sama seperti hal yang membatalkan wudhu’.
Catatan:
-                Apabila mendapati air setelah tayamum sebelum melakukan sholat, maka batal tayamumnya dan wajib berwudhu’.
-                Apabila sedang sholat ada orang yang mengantarkan air atau mendengar adanya air, ada 2 pendapat ulama: memutuskan sholat dan wajib berwudhu (dhoif Tirmidzi : 124). Sedangkan pendapat yang lain, melanjutkan sholat hingga selesai. (Surat Muhammad ayat 33)
-                Apabila telah selesai sholat baru mendapati air, maka tidak perlu mengulangi sholatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar